Saat Semaphore Tak Hanya Jadi Sandi: UKK Pramuka Racana Teuku Chik di Tunong-Cut Meutia Hadirkan Aksi Kreatif di Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Pramuka UIN Sultanah Nahrasiyah memeriahkan PBAK 2026 dengan penampilan semaphore dance yang memadukan keterampilan kepramukaan, kreativitas, dan kekompakan anggota.
LHOKSEUMAWE — Gerakan Pramuka Racana Teuku Chik di Tunong–Cut Meutia Gugus Depan 04.027–04.028 UIN Sultanah Nahrasiyah turut memeriahkan rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultanah Nahrasiyah Tahun 2026 melalui penampilan kreatif semaphore dance di Gedung Serba Guna Kampus UIN Sultanah Nahrasiyah, Kamis (03/09/2026).
Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengenalan Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kepada mahasiswa baru UIN Sultanah Nahrasiyah. Kegiatan ini menjadi momentum bagi berbagai organisasi kemahasiswaan untuk memperkenalkan identitas, aktivitas, serta ruang pengembangan minat dan bakat yang tersedia bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Gerakan Pramuka Racana Teuku Chik di Tunong–Cut Meutia tidak hanya memperkenalkan Pramuka melalui penyampaian informasi, tetapi juga menghadirkan pertunjukan semaphore dance yang memadukan keterampilan kepramukaan dengan kreativitas seni dan gerakan.
Seluruh anggota Pramuka turut terlibat dalam penampilan tersebut. Dengan gerakan yang dilakukan secara serentak dan terkoordinasi, para anggota menampilkan keterampilan semaphore dalam bentuk pertunjukan yang atraktif di hadapan mahasiswa baru.
Semaphore merupakan salah satu keterampilan komunikasi dalam kepramukaan yang menggunakan posisi atau gerakan bendera untuk menyampaikan pesan. Namun, dalam penampilan kali ini, semaphore dikemas dalam bentuk yang lebih kreatif sehingga tidak hanya menjadi sebuah keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan semangat, kekompakan, dan kreativitas anggota Pramuka.
Di balik setiap gerakan bendera yang dilakukan secara bersamaan, terdapat nilai-nilai penting yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan, seperti kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kekompakan. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka di lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan di luar kegiatan akademik.
Penampilan semaphore dance juga menjadi upaya Gerakan Pramuka Racana Teuku Chik di Tunong–Cut Meutia untuk memperkenalkan wajah Pramuka yang kreatif dan adaptif kepada mahasiswa baru. Pramuka tidak hanya identik dengan kegiatan perkemahan, baris-berbaris, maupun keterampilan lapangan, tetapi juga memberikan ruang bagi anggotanya untuk berkreasi dan mengembangkan kemampuan dalam berbagai bidang.
Antusiasme mahasiswa baru turut memberikan warna dalam penampilan tersebut. Kehadiran seluruh anggota Pramuka di atas panggung menunjukkan semangat kebersamaan sekaligus menjadi representasi bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada kemampuan individu, tetapi juga pada kerja sama seluruh anggotanya.
Melalui penampilan semaphore dance dalam rangkaian PBAK 2026, Gerakan Pramuka Racana Teuku Chik di Tunong–Cut Meutia Gugus Depan 04.027–04.028 UIN Sultanah Nahrasiyah berharap mahasiswa baru dapat mengenal Pramuka lebih dekat dan melihatnya sebagai salah satu wadah untuk belajar, berorganisasi, berkarya, membangun karakter, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan.
Panggung PBAK menjadi momentum tersendiri bagi Pramuka UIN Sultanah Nahrasiyah untuk menunjukkan bahwa semaphore bukan sekadar sandi. Melalui kreativitas dan kekompakan, semaphore dapat menjadi bahasa yang menyatukan gerakan, semangat, dan kebersamaan.